Teumukan lokasi

/// struktur tubuh,tempat hidup,cara hidup, reproduksi pada jamur

Visit link
19 Jan 2016
Kategori: Artikel Ditampilkan: 884



1. Struktur tubuh jamur.
a) Jamur mempunyai inti/nukleus eukariotik, yaitu intinya sudah mempunyai membran inti.
b) Tubuhnya ada yang bersel satu (uniseluler) dan ada yang bersel banyak (multi seluler)
c) Struktur tubuhnya disesuaikan dengan cara memperoleh makanan dan reproduksinya
d) Dinding sel tersusun atas zat kitin
e) Jamur tidak mempunyai klorofil.
f) Mempunyai zat warna yang berbeda-beda terutama pada badan/tubuh buah.
g) Jamur belum mempunyai akar, batang, dan daun sehingga disebut talus.
h) Tubuhnya terdiri atas hifa yang disusun dari sel-sel memanjang dan dinding sel pada umumnya diperkuat dengan kitin, hanya beberapa yang mempunyai dinding sel dari selulosa.
i) Hifa merupakan jalinan/anyaman benang-benang yang bercabang-cabang ke berbagai arah yang membentuk miselium. Miselium adalah bagian tubuh jamur yang berperan untuk menyerap zat makanan dari bahan organik tempat hidupnya. Hifa ada yang bersekat-sekat dan ada yang tidak bersekat-sekat.
j) Pada sejumlah jamur bersel banyak, benang hifa membentuk alat reproduksi
2. Tempat hidup jamur.
Jamur hidup pada tempat yang kaya zat organik, lembab, agak asam, serta kurang cahaya. Jamur dapat hidup pada rentang suhu yang luas yaitu antara 00C sampai 370C.
3. Cara hidup jamur.
Saprofit, yaitu jamur memperoleh makananya dengan jalan menguraikan zat organik seperti
a. sampah organik dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati.
b. Jamur sebagai parasit memperoleh makanannya dari tubuh inangnya yaitu hewan atau tumbuhan.
c. . Beberapa jamur bersimbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan
4. Reproduksi jamur.
Cara reproduksi jamur ada dua cara, yaitu:
a. Secara aseksual
Secara aseksual dilakukan dengan cara membelah diri, yaitu menghasilkan dua sel anak yang serupa, penguncupan (pembentukan kuncup) yaitu sel anak dihasilkan dari penonjolan kecil pada sel inang, atau pembentukan spora cara ini berfungsi untuk menyebarkan spesiesnya dalam jumlah besar. Spora aseksual dihasilkan dari pembelahan sel secara mitosis dan spora seksual di peroleh dari pembelahan secara meiosis. Adapun macam-macam spora aseksual adalah sebagai berikut:
1) Konidiospora (konidia), dibentuk di ujung atau sisi suatu hifa. Jenisnya ada dua macam, yaitu mikrokonidium (bersel satu dan berukuran kecil) dan makrokonidium (ber sel banyak dan berukuran besar).
2) Oidium/artrospora, yaitu spora bersel satu yang terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
3) Sporangiospora, merupakan spora bersel satu yang terbentuk dalam kantung yang disebut sporangium, pada ujung hifa khusus. Jenisnya ada dua macam yaitu: aplanospora merupakan sporangiospora non motil (tidak dapat bergerak) dan zoospora adalah sporangiospora yang motil (bergerak) karena memiliki flagel.
4) Klamidospora, spora bersel satu berdinding tebal, sangat resisten terhadap keadaan buruk, terbentuk dari sel-sel hifa somatik.
5) Blastospora merupakan tunas/kuncup dari sel-sel jamur bersel satu (khamir).
b. Secara seksual.
Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium terjadi secara singami, yaitu persatuan dua sel gamet dan terjadi dua tahap, tahap pertama terjadi plasmogami (peleburan sitoplasma) sedangkan tahap dua adalah kariogami (peleburan inti). Reproduksi secara seksual lebih jarang dilakukan dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan secara aseksual dan hanya terjadi dalam keadaan tertentu. Adapun macam-macam spora seksual pada jamur adalah sebagai berikut:
Macam-macam Spora Seksual Jamur
No. Macam spora seksual Keterangan
i. Askospora Merupakan spora bersel satu yang terbentuk di dalam kantung yang dinamakan askus. Dalam setiap askus terdapat askospora.
ii. zygospora Merupakan spora besar berdinding tebal, terbentuk dari ujung-ujung dua hifa yang serasi yang dinamakan gametangia.
iii. Basidiospora Merupakan spora bersel yang terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
iv. Oospora Merupakan spora yang terbentuk dari pertemuan antara gamet betina (oogonium) dan gamet jantan (anteridium), sehingga akan terjadi pembuahan dan akan menghasilkan oospora.
1. Struktur tubuh jamur.
a) Jamur mempunyai inti/nukleus eukariotik, yaitu intinya sudah mempunyai membran inti.
b) Tubuhnya ada yang bersel satu (uniseluler) dan ada yang bersel banyak (multi seluler)
c) Struktur tubuhnya disesuaikan dengan cara memperoleh makanan dan reproduksinya
d) Dinding sel tersusun atas zat kitin
e) Jamur tidak mempunyai klorofil.
f) Mempunyai zat warna yang berbeda-beda terutama pada badan/tubuh buah.
g) Jamur belum mempunyai akar, batang, dan daun sehingga disebut talus.
h) Tubuhnya terdiri atas hifa yang disusun dari sel-sel memanjang dan dinding sel pada umumnya diperkuat dengan kitin, hanya beberapa yang mempunyai dinding sel dari selulosa.
i) Hifa merupakan jalinan/anyaman benang-benang yang bercabang-cabang ke berbagai arah yang membentuk miselium. Miselium adalah bagian tubuh jamur yang berperan untuk menyerap zat makanan dari bahan organik tempat hidupnya. Hifa ada yang bersekat-sekat dan ada yang tidak bersekat-sekat.
j) Pada sejumlah jamur bersel banyak, benang hifa membentuk alat reproduksi
2. Tempat hidup jamur.
Jamur hidup pada tempat yang kaya zat organik, lembab, agak asam, serta kurang cahaya. Jamur dapat hidup pada rentang suhu yang luas yaitu antara 00C sampai 370C.
3. Cara hidup jamur.
Saprofit, yaitu jamur memperoleh makananya dengan jalan menguraikan zat organik seperti
a. sampah organik dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati.
b. Jamur sebagai parasit memperoleh makanannya dari tubuh inangnya yaitu hewan atau tumbuhan.
c. . Beberapa jamur bersimbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan
4. Reproduksi jamur.
Cara reproduksi jamur ada dua cara, yaitu:
a. Secara aseksual
Secara aseksual dilakukan dengan cara membelah diri, yaitu menghasilkan dua sel anak yang serupa, penguncupan (pembentukan kuncup) yaitu sel anak dihasilkan dari penonjolan kecil pada sel inang, atau pembentukan spora cara ini berfungsi untuk menyebarkan spesiesnya dalam jumlah besar. Spora aseksual dihasilkan dari pembelahan sel secara mitosis dan spora seksual di peroleh dari pembelahan secara meiosis. Adapun macam-macam spora aseksual adalah sebagai berikut:
1) Konidiospora (konidia), dibentuk di ujung atau sisi suatu hifa. Jenisnya ada dua macam, yaitu mikrokonidium (bersel satu dan berukuran kecil) dan makrokonidium (ber sel banyak dan berukuran besar).
2) Oidium/artrospora, yaitu spora bersel satu yang terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
3) Sporangiospora, merupakan spora bersel satu yang terbentuk dalam kantung yang disebut sporangium, pada ujung hifa khusus. Jenisnya ada dua macam yaitu: aplanospora merupakan sporangiospora non motil (tidak dapat bergerak) dan zoospora adalah sporangiospora yang motil (bergerak) karena memiliki flagel.
4) Klamidospora, spora bersel satu berdinding tebal, sangat resisten terhadap keadaan buruk, terbentuk dari sel-sel hifa somatik.
5) Blastospora merupakan tunas/kuncup dari sel-sel jamur bersel satu (khamir).
b. Secara seksual.
Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium terjadi secara singami, yaitu persatuan dua sel gamet dan terjadi dua tahap, tahap pertama terjadi plasmogami (peleburan sitoplasma) sedangkan tahap dua adalah kariogami (peleburan inti). Reproduksi secara seksual lebih jarang dilakukan dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan secara aseksual dan hanya terjadi dalam keadaan tertentu. Adapun macam-macam spora seksual pada jamur adalah sebagai berikut:
Macam-macam Spora Seksual Jamur
No. Macam spora seksual Keterangan
i. Askospora Merupakan spora bersel satu yang terbentuk di dalam kantung yang dinamakan askus. Dalam setiap askus terdapat askospora.
ii. zygospora Merupakan spora besar berdinding tebal, terbentuk dari ujung-ujung dua hifa yang serasi yang dinamakan gametangia.
iii. Basidiospora Merupakan spora bersel yang terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
iv. Oospora Merupakan spora yang terbentuk dari pertemuan antara gamet betina (oogonium) dan gamet jantan (anteridium), sehingga akan terjadi pembuahan dan akan menghasilkan oospora.


Sumber : google
Copyright 2014 SMA Negeri 3 Sragen